Menulis Belum Membudaya di Kalangan Nahdliyin

0
121
Budaya Menulis
Budaya Menulis

Dalam rangka mencetak penulis-penulis muda, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU IAIN Jember menggelar Pelatihan Karya Tulis di aula gedung PCNU Jember, Sabtu (11/2). Pelatihan dengan tema “Profesionalisme Tanpa Plagiarisme Mewujudkan Cita” tersebut diikuti oleh 113 peserta. Mereka berasal dari IAIN Jember, Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri (STAIQOD) dan sejumlah SMA.

Dalam kesempatan tersebut, pembina IPNU IPPNU Jember Baiquni Purnomo berharap agar pelatihan tersebut dapat merangsang kader NU untuk mencintai kepenulisan sehingga kelak menjadi penulis yang handal.

Ia juga menyinggung soal maraknya berita “hoax” di media sosial. “Jangan gampang percaya berita di sosmed (sosial media) karena bisa jadi itu masuk kategori “hoax”. Karena itu, kita harus pandai-pandai memilih dan memilah berita mana saja yang akan diteruskan ke orang lain,” ucapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, pentolan IPNU Jember, Moch. Eksan menyatakan dukungannya terhadap acara pelatihan menulis tersebut. Menurutnya, kader NU perlu terus didorong untuk belajar dan memahami dunia kepenulisan.

“Saat ini budaya di kalangan NU masih sebatas berbicara dan mendengar. Menulis belum menjadi budaya. Padahal, ulama-ulama terdahulu karya tulisnya hebat-hebat. Semoga ke depan banyak lahir penulis dari kader NU, khususnya IPNU,” ungkapnya kepada NU Online.

Di sela-sela acara tersebut, juga diisi dengan pengumuman pemenang lomba menulis essay yang diadakan secara online sejak tanggal 14 Desember 2016 dan 31 Januari 2017. Juara pertama diraih Abdul Ghofar dengan judul essay “Kebhinekaan Butuh Toleransi.” Juara dua direngkuh M. Zaini Mubarok yang mengusung judul “Kebhinekaan HAM”. Keduanya adalah mahasiswa IAIN Jember. Sedangkan  juara ketiga adalah Unmiyah Juman Rosyidah (MAN 1 Jember) dengan judul “HAM Sebuah Titel Tanpa Nama”.

Dalam pelatihan tersebut, hadir sebagai pemateri adalah Sekretsris LTNNU Jember Zainal Anshori dan Bagus Supriadi dari Jawa Pos Radar Jember (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

http://www.nu.or.id/post/read/75396/menulis-belum-membudaya-di-kalangan-nahdliyyin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here