LTNNU Jatim : Literasi Positif Harus iringi Era Digital dan Revolusi

0
95

Surabaya, NU Online
Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Aula PWNU Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (23/2). Rakorwil ini merupakan agenda koordinasi pertama dalam kepengurusan PWNU Jatim 2018-2023. Turut hadir dalam acara ini Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz, Ketua LTNNU Jawa Timur Ahmad Najib AR, MH.I serta Pengurus LTN PWNU dan LTN PCNU se-Jawa Timur.

Ketua LTN PWNU Ahmad Najib AR, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakorwil ini bertujuan menyimpulkan gagasan berupa gerakan bersama bagi seluruh pengurus LTN NU se-Jawa Timur untuk melakukan gerakan literasi positif. Kekuatan literasi ini pada akhirnya akan menghasilkan produk berupa informasi yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Hasil Rakorwil diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi internal LTN sendiri, tapi warga NU dan masyarakat pada umumnya.

“LTNNU harus aktif. Tidak boleh hanya larut dalam rutinitas internal, seolah-olah tidak terhubung dan tidak peduli dengan realitas sosial masyarakat di luar sana. Diam bukan lagi jawaban. Diam bukan lagi emas. Karena kalau kita diam, orang lain yang akan mengambil alih,“ ungkapnya.

Menghadapi tantangan era digital atau digitalisasi dan Revolusi 4.0, melalui Rakorwil ini LTN PWNU menawarkan sebuah gagasan yang harus digaungkan baik di internal maupun eksternal NU yakni akhlakul karimah atau akhlak mulia. Sikap yang telah diajarkan Rasulullah SAW dan ulama-ulama di Nusantara. Etika dan akhlak mulia pada konteks zaman ini dengan memanfaatkan media atau alat (teknologi) yang ada. Sebuah prinsip dalam menanggapi derasnya arus media, terutama banyaknya informasi yang menyesatkan, Hoaks dan menjadi benteng diri untuk tidak melakukan ujaran kebencian dengan berbagai kepentingan.

“Pada era ini, kita tidak boleh hanya mengandalkan dalil saja. Tapi harus melakukan gerakan akhlak mulia. Gerakan Indonesia Berakhlak. LTN dengan akhlak mulianya, harus aktif dan masif memperbanyak produksi konten yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Konten positif ini dapat berupa tulisan, meme, produk audio dan video. Kita harus menjadi contoh nyata. Karena banyak dari kita yang punya sikap atau akhlak didunia nyata, tapi berbeda didunia maya”, terang Gus Najib.

Guna lebih memasifkan gerakan akhlak mulia, memperbanyak konten positif, forum Rakorwil ini sekaligus dilakukan MoU antara LTN PWNU dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia dan Asosiasi Swasta Lokal Indonesia disaksikan oleh Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Jawa Timur Afif Amrullah. Kerjasama ini merupakan sebuah ikhtiar penyiaran dan pensyi’aran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) secara lebih profesional di berbagai daerah di Jawa Timur.

LTNNU Magetan sebagaimana peserta forum Rakorwil ini menyatakan akan bersinergis dengan program-program PWNU Jawa Timur.

“Beberapa program sudah kami lakukan, seperti memaksimalkan website resmi PCNU Magetan. Ke depan, program lainnya akan segera kami kerjakan. Utamanya dalam menghadapi era digital ini”, kata Ketua LTNNU Magetan, M. Ramzi. (Dewi/Abdullah Alawi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here