Generasi Muda NU Harus Membekali Diri dengan Wawasan Digital

0
106

Jombang, NU Online
Literasi digital di era revolusi industri 4.0 harus terus digelorakan di kalangan anak muda. Karenanya, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama atau IPPNU Jombang, Jawa Timur mengadakan talkshow terkait literasi.

Narasumber yang dihadirkan adalah Hasan Chabibie selaku pegiat teknologi informasi, Ahmad Athoillah sebagai Founder Santri Milenial dan Ahmad Karomi dari Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTNNU) Jawa Timur.

Acara yang berlangsung di BKR Coffe Diwek, Jombang tersebut berlangsung gayeng dan penuh kekeluargaan. Bagi H Hasan Chabibie yang juga mantan Ketua PW IPNU Jateng, soliditas IPNU-IPPNU di Jombang patut diacungi jempol. “Hal ini tidak lepas dari sosio kultur Jombang sebagai tempat para muassis NU berada,” katanya, Kamis (7/3).

H Ahmad Atoillah pun sangat bangga dengan terobosan yang dilakukan dalam meningkatkan kreatifitas di bidang riset. “Riset ini menjadi modal untuk menyongsong revolusi industri 4.0. Terlebih di era digital,” kata Gus Aik, sapaan akrabnya. Tak ketinggalan pula peningkatan literasi digital harus digalakkan, lanjutnya.

“Salah satu rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Kota Banjar adalah terkait revolusi industri 4.0 yang artinya generasi muda NU harus membekali diri dengan wawasan digital, di antaranya literasi, bagaiman cara membaca menulis konten hingga menyebarkannya,” urainya.

Mengacu dari data riset PC IPNU Jombang atau disebut Jombang Research Center, minat baca buku pelajar di Jombang mencapai 35% dan ini tidak bisa dikatakan tertinggal. Bagi Hasan Chabibie, fenomena ini tidak bisa dipungkiri lantaran tingginya dominasi gawai di tengah masyarakat.

“Meningkatkan literasi minat baca di tengah masyarakat itu tidak mudah. Harus ada semacam gerakan bersama di bidang literasi. Terbukti Tahun 2016-2017 tingkat minat baca di Indonesia berada di peringkat 60, mungkin tahun 2018 sudah berada di peringkat 50-an,” urainya.

Sejumlah peserta menanyakan bagaimana cara merespons hoaks maupun ujaran kebencian.

“Kita jangan grusa-grusu dan terpancing isu yang sedang viral. Harus ada cek-ricek, dan menginduk kepada para ahlinya,” kata Ahmad Karomi.

Senada dengan hal itu, Hasan Chabibie menyarankan kepada netizen untuk taklid kepada salah satu tokoh yang tidak kontroversial seperti kepada Gus Mus, Nadirsyah Hosen, dan lainnya yang pasti lebih amanah.

Talkshow dengan tema Peran Generasi Milenial dalam Memperkokoh Literasi Berbasis Digital di Era Revolusi Industri 4.0 ini dipungkasi doa oleh Wakil PCNU Jombang KH Abdur Rosyid Hafidz dari Pesantren Denanyar Jombang.

Sekadar diketahui, IPNU dan IPPNU Jombang telah menggagas sebuah program riset yang cukup membanggakan. “Insyaallah riset yang digawangi IPNU IPPNU Jombang ini bisa menjadi semacam embrio the next Alvara,” kata Ketua PC IPNU Jombang Ishomuddin Haidar. (Ibnu Nawawi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here