Budayakan Tabayun, Cek, dan Ricek

0
86

Jepara, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Kabupaten Jepara menggelar kegiatan dwi mingguan TadrisnLiterasi berlangsung di Gedung NU Jepara lantai 2, Jalan Pemuda Jepara, Ahad (7/4) malam. Kegiatan dihadiri 12 peserta yang merupakan anggota LTN NU dan 2 Peserta dari Majelis Alternatif.

Dalam kegiatan yang digelar setiap dua pekan sekali ini tema yang diangkat Jurnalisme Warga dan Kultur Keadaban Dunia Maya. Kesempatan itu menghandirkan nara sumber M Nur Huda dari Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Bidang Media dan Teknologi Informasi dan dimoderatori Arif Rohman Hakim.

Dalam paparannya, M Nur Huda menyampaikan bahwa pada konteks bahaya pengaruh konten di medsos, cara sederhana dan arif yang harus dilakukan adalah ‘membudayakan tabayun’ atau cek dan ricek. Yakni meminta penjelasan atau mengklarifikasi sebuah informasi sebelum bertindak atas informasi yang diterima.

“Budaya tabayun dalam bermedsos ini penting, sebab tidak ada jaminan informasi yang beredar 100 persen benar, meskipun dinilai kabar yang baik. Sikap kritis dan waspada mesti terus terngiang, jangan terlibat dalam kolom komentar yang mengarah pada ujaran kebencian apalagi fitnah, sebelum benar-benar mengetahui faktanya,” tandasnya yang juga jurnalis Tribun Jateng ini.

Menurut pria asal Mranggen Demak itu, alangkah baiknya jika media sosial dimanfaatkan untuk media bersilaturrahim, berbagi informasi tentang semangat beribadah, semangat berbuat yang lebih baik pada sesama manusia, berbagi informasi untuk tetap memberikan kemanfaatan untuk umat, tidak dijadikan sebagai sarana mencari musuh.

Salah satu peserta diskusi Zainal Abidin menambahkan bahwa seharusnya yang dilakukan juga membedakan konten yang mana itu sebagai berita, opini, atau feature. Pasalnya, itu menjadi dasar akan faham tentang bagaimana narasi teks telah di publish, hingga tidak akan mudah terbawa ke hutan belantara media. (Khabib Aminuddin/Muiz).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here