LTNNU NTB Gelar Haul Gus Dur

0
28

Jakarta, LTN NU – Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Provinsi Nusa Tenggara Barat (LTNNU NTB) menggelar Haul Gus Durke 10 di Aula kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Kamis (26/12/2019) malam.

Acara di awali dengan sholat Isa berjamaah dilanjut dengan tahlilan, zikir dan doa yang dipimpin oleh Wakil Rais PWNU NTB TGH Lalu Muhamad Sohimun Faesal diikuti oleh Sektaris Tanfidziyah dan sejumlah jajarannya PWNU NTB, Badan otonom dan lembaga-lembaga NU yang ada ditingkat wilayah dan aktivis PMII, IPNU – IPPNU.

”Anak muda NU di NTB atau Gusdurian Selalu mengenang Gus Dur tiap tahun, kali ini temanya Rindu Gus Dur sehingga LTNNU NTB menampilkan Karya Karat (buku) yang ditulis oleh Gus ,” kata Suaeb Qury Ketua LTNNU NTB dalam pengantarnya di acara tersebut.

Suaeb mengatakan, tujuan acara ini melahirkan generasi yang menjiwai semangat pemikiran Gus Dur yang toleran maupun keberagaman.

“Forum ini menjadi forum mendengar testimoni tentang Gus Dur karena yang hadir ini muka muka jarang membaca sehingga dengan forum ini minimal mendengar,”  kata mantan Ketua GP Ansor NTB.

Suaeb menyebutkan ada tiga hal pemikiran Gus Dur yang perlu dipahami oleh generasi yakni pertama menjaga keutuhan, kedua lanjutnya memikirkan umat dan ketiga memikirkan keluarga.

”Keluarga bagi Gus Dur di taruh nomor tiga, yang di utamakan adalah kebutuhan bangsa dan umat,” terangnya.

Oleh karena itu, LTNNU NTB kini akan fokus ke pondok pesantren untuk melatih santri maupun siswa NU menulis. Agar kedepan ketika masuk di perguruan tinggi manapun mereka sudah bisa menulis dan juga nanti tidak lupa menulis tengang NU. “Melalui forum ini juga LTNNU NTB berharap lahir pemikiran pemikiran Gus Dur baik tentang sosial, politik dan lainya,” kata penulis Buku Kaum Muda Berdaya saing ini 

Di akhir acara para tokoh yang hadir secara bergiliran menyampaikan testimoni nya selama kurang lebih lima menit.

Wakil Rais PWNU NTB TGH Lalu Muhamad Sohimun Faesal menyebut bahwa Gus Dur itu wali.

Sementara Sekretaris PWNU NTB H. Lalu Aksar Ansori menyebutkan bahwa Gus Dur mampu membawa gerakan Islam tradisional yakni islam kampung (pesantren) diterima di tengah tengah kemajuan kota yang sedang memikirkan pembangunan dan lainnya.

Kedua, lanjutnya, Gus Dur membawa NU dan Islam tradisional tadi Lebih percaya diri Hingga diterima ke dunia. Dan ketiga bagi Mantan Ketua Umum cabang PMII kota Mataram ini menyebutkan bahwa Gus Dur adalah spirit perjuangan bagi aktivis PMII saat itu terutama di universitas umum (UNRAM).

Sementara Febrian Putra alumni santri Denanyar Jombang Jawa timur menyebut Gus Dur pernah menjadi presiden. Namun tak pernah melunturkan kerendahan hatinya. 

“Pengalaman ini saya alami langsung saat masih belajar di Ponpes Mambaul Ma’arif, Denanyar. Saat itu sore hari ada mobil polisi berhenti di dekat musala,” katanya.

Febian bercerita, mereka yang ada di musala saling bertanya-tanya ada apa gerangan. Tak disangka itu adalah Gus Dur yang menjenguk tokoh agama di Jombang.

“Abah saya yang waktu itu menemui, kami yang muda dan anak kecil mendengar cerita saja di serambi musala,” sambung jurnalis senior Lombok Post ini

Namun, kata Febri, yang bikin luar biasa adalah tokoh agama bernama Haji Hasyim Masykur adalah saudara bila dirunut dari buyut Gus Dur yang ada di Gedangan, Jombang.

“Bayangkan, kita saja saudara sepupu. Kalau sudah pernah jadi presiden mungkin akan lupa,” imbuhnya saat Haul Gus Dur yang digelar LTNNU NTB dengan tema Rindu Karya Gus Dur

Sumber:
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/244718/ltnnu-ntb-gelar-haul-gus-dur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here