Siapkan Digital Talent, LTN PBNU Selenggarakan Madrasah Teknologi Informasi

0
186

Jakarta, LTN PBNU,- Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar kegiatan pelatihan bertajuk Serial Madrasah Teknologi Informasi dengan tema besar “Tantangan NU Diera Disrupsi Teknologi”. Kegiatan ini direncanakan akan diselenggarakan setiap 2 minggu sekali selama 15 sesi/pertemuan secara video conference (vicon) dengan mengangkat materi tematik tentang perkembangan teknologi.

Sesi 1 sebagai kickoff atau pembuka acara dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 31 Oktober 2020 dimuali dari pukul 08.00 s/d pukul 12.00. Untuk diketahui, pada sesi 1 materi yang disampaikan adalah Disrupsi Teknologi, Vuca dan Generasi Muda NU.

Hadir dalam kickoff  Rais ‘Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar, Deputi IV KSP sekaligus Ketua PBNU bidang Media Dr. Juri Ardiantoro, Komisaris Utama Telkom Prof. Rhenald Kasali, Menteri Komunikasi dan Informatika yang diwakili oleh Dirjen SDPPI DR. IR. Ismail, MT, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi, M.Kom., M.M dan narasumber Dadang Kadarusman seorang Master of Change Management.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon terhadap perkembangan teknologi Informasi yang dinilai telah merubah tatanan kehidupan dan kebiasaan msayarakat. Sehingga hal ini menimbulkan ketidakpastian dalam setiap leading sector. Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi menuturkan, dampak canggihnya teknologi informasi di Indonesia terlihat jelas pada sikap masyarakat yang tidak dapat dilepaskan dari penggunaan alat teknologi. Namun masyarakat terutama warga NU masih belum memahami apa inti perubahan dari teknologi informasi tersebut.

“Persoalan itu menyebabkan posisi manusia bak anai-anai yang terombang ambing gelombang lautan,” kata Cak Usma, sapaan akrabnya, Jumat (30/10).

Ia menambahkan, kegiatan dilaksanakan sebagai upaya memberikan kesadaran kepada generasi muda NU sehingga dapat memahami disrupsi teknologi yang terus bergerak. Kemudian target yang diikhtiarkan LTN PBNU yakni kelompok muda NU dapat terlibat dalam medan perkembangan teknologi yang ada.

Dia berharap, para generasi muda NU bisa mempersiapkan diri menjadi pemain di medan disrupsi teknologi 3-10 tahun mendatang. Jika hal itu sudah terjadi, lanjutnya, maka organisasi NU optimis dapat meraih masa depan bangsa Indonesia yang gemilang.

Cak Usma bersyukur, kegiatan itu direspons positif oleh warga NU. Katanya, sudah ada 1.300 peserta yang mendaftar ke panitia. Dia optimis apa yang dilakukan LTN PBNU dapat memberikan pengaruh yang baik untuk generasi muda NU utamanya mengenai pengetahuan teknologi informasi

“Sebagai info tambahan bahwa pendaftar di sesi ini berjumlah 1.300 orang, kebanyakan mahasiswa dan early worker,” ucapnya

Yang menarik pada kegiatan ini dalam setiap pertemuannya adalah peserta diberikan doorprize berupa telepon genggam, kaos, tas, tumbler, power bank, payung dan pulsa sebesar 1 juta bagi yang beruntung, doorprize tersebut akan dikirim langsung oleh panitia.

“Kegiatan ini digelar secara virtual melalui zoom meetings. Juga disiarkan langsung di kanal Youtube 164 Chanel PBNU,” tambah Cak Usma.

Selain materi di atas, materi lain yang juga akan dibahas pada Madrasah Teknologi Informasi ini akan dibahas tema-tema lain yakni Perkembangan dan Kompetisi Teknologi Telekomunikasi, Perkembangan Teknologi dan Bisnis Satelit, Eksplorasi Kebutuhan & Teknologi Maritim. Lalu, Tele Learning dan e-Library, Fintech dan Bitcoin: Regulasi dan Peluang, Image Processing dan Digital Rekognition, Perkembangan Teknologi 3D Printing, Perkembangan dan dampak Teknologi Robotika, Integrated Database dan Kebutuhan Organisasi Bermassa Besar. Selanjutnya, Data Mining, Data profiling, dan Potensinya. Perkembangan Security Network, e-office dan kebutuhan governance organisasi, evolusi e-Commerce dan peluangnya. Terakhir, eksplorasi peluang ITE Halal.

LTN PBNU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here